Kamis, 10 November 2011

Hutan di Indonesia


Hutan di Indonesia
            Hutan belantara tumbuh subur di Indonesia.  Indonesia memiliki hutan tropis yang kaya akan berbagai jenis tumbuhan dan satwa.  Agar kekayaan hutan ini dapat lestari, maka hutan-hutan di Indonesia dibedakan menurut kegunaannya menjadi hutan lindung, hutan suaka, hutan penyangga, dan hutan produksi.
            Hutan lindung berguna untuk melindung tanah dan air agar manfaatnya lestari.  Hutan suaka berguna untuk melindungi satwa dan tumbuhan langka.  Hutan penyangga berguna untuk mencegah gangguan terhadap hutan lindung atau suaka.  Hutan produksi berguna untuk dipungut hasilnya, seperti kayu atau hasil hutan lainnya.
            Sekarang, kondisi hutan-hutan di Indonesia sudah sangat menghawartikan.  Penebangan liar dan  pembakaran hutan membuat hutan menjadi rusak.  Marilah kita sadar untuk menjaga dan merawat hutan-hutan di Indonesia.

Globalisasi Dalam Kehidupan Masyarakat


Globalisasi Dalam Kehidupan Masyarakat
            Globalisasi berasal dari kata globe yang artinya dunia.  Globalisasi artinya proses mendunia atau menuju satu dunia.  Terjadinya globalisasi disebabkan oleh perkembangan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi yang sangat pesat.  Terjadinya globalisasi berpengaruh terhadap pola pikir dan pola hidup masyarakat, antara lain dalam gaya hidup, makanan, pakaian, komunikasi, transportasi, nilai-nilai, dan tradisi.
            Globalisasi menciptakan perpaduan budaya lokal (setempat), nasional, dan regional (misalnya Asia Tenggara) menjadi budaya yang bersifat global (seluruh dunia).  Globalisasi dapat dipengaruhi pola perilaku masyarakat setempat, misalnya makanan, gaya hidup, pakaian, komunikasi, transportasi, nilai-nilai, dan tradisi.
Peranan Indonesia pada era globalisasi antara lain :
1.      Ikut aktif di dalamnya.
2.      Bersikap terbuka terhadap bangsa-bangsa lain.
3.      Mematuhi dan mengikuti aturan internasional yang berhubungan dengan dampak globalisasi.
Bukti-bukti globalisasi di masyarakat terjadi di dalam berbagai bidang, misalnya :
1.      Periklanan.
2.      Pariwisata.
3.      Migrasi.
4.      Telekominukasi.
Telekomunikasi di era global mengalami kemajuan yang pesat.  Hand phone dan internet bisa digunakan untuk hubungan ke mana pun melampui batas-batas negara.  Hubungan masyarakat bisa terjalin mulai dari keluarga, tetangga, lingkungan lokal, regional, nasional, dan internasional yang bisa dikatakan lingkungan global.  Globalisasi dapat melanda berbagai kehidupan, seperti politik, ekonomi dan budaya.

Dampak Globalisasi


Dampak Globalisasi
Globalisasi memiliki dampak yang positif dan negatif.  Kita harus pandai memilih dan menentukan sikap, kita dapat mengambil hal positif dari globalisasi dan menolak yang negatif.
 Sikap terhadap pengaruh globalisasi antara lain :
1.      Menyeleksi budaya asing yang masuk negara kita.
2.      Tidak meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kita.
3.      Tetap mengikuti perkembangan informasi dan teknologi agar kita bisa terus maju dan tidak tertinggal.
4.      Tidak asal memakai barang-barang produksi luar negeri, apalagi jika negeri kita mampu membuatnya sendiri, bahkan dengan lebih baik.
Dampak positif globalisasi terhadap kehiduoan bangsa sebagai berikut :
1.      Berkesempatan menikmati dan memanfaatkan teknologi canggih yang dioperasikan bangsa lain di dunia ini.
2.      Semakin terbukanya lapangan usaha ke negara mana pun.
3.      Banyaknya investor asing yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia.
4.      Hubungan dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini seakan-akan tanpa batas.
5.      Terbukanya peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Dampak negatif terhadap kehidupan bangsa, antara lain :
1.      Budaya bangsa banyak yang semakin memudar.
2.      Tradisi negatif bangsa lain banyak yang menular ke bangsa kita.
3.      Pola hidup bangsa kita mulai meniru bangsa lain.
4.      Menganggap produk bangsa lain selalu lebih bagus daripada bangsa sendiri, dengan alasan lebih bergengsi.

Contoh Pengamalan Nilai–Nilai Sumpah Pemuda


Contoh Pengamalan Nilai–Nilai Sumpah Pemuda
            Di kampung Bahari, para pemudanya cukup maju dan giat berolahraga.  Olahraga yang mereka sukai di antaranya adalah bermain sepak bola.  Ada dua kesebelasan sepak bola di kampung Bahari.  Yang pertama menamakan regunya kesebelasan Bahari Utama dan yang kedua kesebelasan Bahari Jaya.
            Pada awalnya kedua kesebelasan dibentuk untuk mengisi hari libur.  Lambat laun ada pemikiran untuk memajukan olahraga sepak bola dengan mengundang seorang pelatih.  Dengan adanya pelatih, maka latihan sepak bola menjadi lebih mantap dan permainan menjadi semakin terarah.
            Jadwal latihan kemudian disusun agar latihan kedua kesebelasan tidak bertabrakan.  Setiap hari jumat sore dan minggu sore lapangan digunakan oleh kesebelasan Bahari Utama.  Kesebelasan Bahari Jaya mendapat kesempatan latihan setiap hari kamis sore dan hari minggu pagi.
            Pada awalnya jadwal latihan dapat dipatuhi oleh masing-masing kesebelasan, namun kadang-kadang salah satu kelompok menyalahi ketentuan sehingga terjadi keributan.  Hal tersebut menimbulkan bibit-bibit permusuhan antar kelompok.  Masalah ini akhirnya dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan semangat kebersamaan. 
            Beberapa hari kemudian dilakukan pertandingan antar kesebelasan di tingkat kecamatan dalam rangka memperingati sumpah pemuda.  Setelah melalui pertandingan babak penyisihan, Kesebelasan Bahari Utama dan Bahari Jaya memasuki babak final untuk menentukan juara pertama dan kedua.  Pertandingan berlangsung seru karena yang berhadapan adalah dua kesebelasan yang berasal dari satu kampung.  Sampai akhir pertandingan kedudukan kedua kesebelasan masih tetap sama kuat.  Setelah pertandingan melalui perpanjangan waktu, kedudukan tetap tidak berubah sehingga pertandingan diakhiri dengan tendangan adu penalti yang dimenangkan kesebelasan Bahari Utama dengan skor 5-4.
            Namun, ada beberapa pemain dari kedua kesebelasan yang saling mengejek sehingga menimbulkan adu mulut dan nyaris terjadi perkelahian.  Para pemain yang lain berusaha melerai pertengkaran.  Pertengkaran akhirnya dapat diredam oleh teman-temannya.  Para pemain menyadari bahwa perbedaan kelompok bukan alasan untuk saling memusuhi.  Walaupun berbeda kelompok tetapi harus tetap bersahabat.  Nilai-nilai sumpah pemuda telah diterapkan oleh para pemuda di kampung Bahari.  Nilai-nilai tersebut adalah sikap kekeluargaan, kerja sama, gotong royong, persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air.  Dengan demikian para pemuda di kampung Bahari telah menerapkan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Menghadapi Bencana Alam

Cara Menghadapi Bencana Alam

Bencana alam menimbulkan kerugian bagi umat manusia, baik harta, benda, bahkan nyawa. Agar tidak menimbulkan kerugian yang besar, perlu diadakan berbagai usaha. Beberapa usaha dalam menghadapi bencana alam sebagai berikut :

1. Memindahkan para korban bencana alam ke tempat yang lebih aman. Misalnya gunung meletus, maka penduduk dievakuasi ke tempat yang aman dari letusan sehingga tidak terkena lahar. Bencana banjir dengan cara mengungsikan penduduk ke tempat yang lebih tinggi.

2. Memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, tempat penampungan, bahan-bahan bangunan, dan sebagainya.

Bantuan kepada korban bencana alam dapat disalurkan melalui pemerintah, lembaga sosial, maupun perorangan. Untuk mengkoordinasi penyaluran bantuan, pemerintah membentuk Bakornas (tingkat pusat), Bakorlak (tingkat daerah), Satkorlak (tingkat lapangan).