Minggu, 17 April 2011

Kebijakan Fiskal


Nama   : Maruto Pratama Putra
NPM   : 24210249
Kelas   : 1EB12

Pengertian Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal adalah kebijakan penyesuaian di bidang pengeluaran dan penerimaan  pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
Tujuan Kebijakan Fiskal
            Tujuan kebijakan fiskal adalah untuk memperbaiki keadaan ekonomi, mengusahakan kesempatan kerja (mengurangi pengangguran), dan menjaga kestabilan harga-harga secara umum.  Dengan kata lain, kebijakan fiskal mengusahakan peningkatan kemampuan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara menyusaikan pengeluaran dan penerimaan pemerintah.
Macam-Macam Kebijakan Fiskal
            Secara umum, kebijakan fiskal dapat dijalankan dengan empat jenis pembiayaan, yaitu sebagai berikut:
a.       Pembiayaan fungsional
Pembiayaan pengeluaran pemerintah ditentukan sedemikian rupa sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan nasional.  Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja (employment).
b.      Pengelolaan anggaran
Penerimaan dan pengeluaran pemerintah dari perpajakan dan peminjaman adalah paket yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka menciptakan kestabilan ekonomi.
c.       Stabilisasi anggaran otomatis
Dalam stabilisasi anggaran ini diharapkan (atau dengan sendirinya) terdapat keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaraan tanpa campur tangan pemerintah yang sengaja.
d.      Anggaran belanja seimbang
Cara yang diberlakukan dalam hal ini adalah anggaran yang disesuaikan dengan keadaan (managed budget).  Tujuannya adalah tercapainya anggaran berimbang dalam jangka panjang.  Berikut ini adalah macam-macam anggaran yang biasa ditempuh beberapa negara dalam mencapai manfaat tertinggi dalam mengelola anggaran:
1.      Anggaran berimbang
 Pada anggaran berimbang, diusahakan agar pengeluaran (belanja) dan pendapatan atau penerimaan sama.
2.      Anggaran surplus 
Pada anggaran surplus, tidak semua penerimaan dibelanjakan, sehingga terdapat tabungan pemerintah.
3.      Anggaran defisit
 Pada anggaran defisit, anggaran disusun sedemikian rupa sehingga pengeluaran lebih besar daripada penerimaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyusunan anggaran sangatlah penting bagi suatu negara.  Dengan adanya penyusunan anggaran diharapkan keuangan negara dapat terkontrol dengan baik, sehingga tercipta kondisi perekonomian yang baik pula.
Daftar Pustaka:
  S, Alam.2007. Ekonomi 2. Jakarta: Penerbit Esis

             

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar